Selasa, 27 September 2016

Orang-orang yg bisa memberi syafaat di hari kiamat


Syafaat adalah suatu pertolongan kpd manusia yg dikehendaki oleh si pemberi pertolongan tersebut.

Demikian dikatakan dlm Al Quran surat Al Ambya' 28 yg artinya :
"dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kpd orang yg diridhoi Alloh".

فإنها ثابتة للمصطفى** كغيره من كل أسباب الوفا

Maka sesungguhnya syafaat adalah sudah ditetapkan bagi al-Mushthofa

Sebagaimana telah ditetapkan juga bagi selainnya dari setiap orang-orang yang telah menjalankan perintah Allah.

من عالم كالرسل والأبرار **سوى التي خصت بذي الأنوار

Dari orang2 Alim sebagaimana para Rasul, orang2 pilihan yang bertaqwa

Selain yang telah dikhususkan kepada orang2 yang memiliki cahaya.

وأخرج سعيد بن منصور والبيهقي ، وهناد عن أنس – رضي الله عنه – قال :من كذب بالشفاعة فليس له فيها نصيب.

Syaikh Sa’id bin Manshur, imam al-Baihaqi, syaikh Hanad telah mentakhrij hadits dari sahabat Anas radliyallahu’anh, bahwasanya beliau berkata: “Barangsiapa yang mendustakan syafaat maka mereka tidak akan mendapatkan bagian dari syafaat tersebut”.

وأخرج البيهقي عنه أنه قيل له : إن قوما يكذبون بالشفاعة ، قال : لا تجالسوا أولئك .

Imam al-Baihaqi telah mentakhrij hadits dari beliau juga (sahabat Anas) bahwasanya dikatakan kepada beliau; “Sesungguhnya ada kaum yang mendustakan syafaat”, lalu beliau berkata; “Janganlah kamu sekalian duduk dengan kaum tersebut”.

Wajib meyakini bahwasanya orang-orang yang selain Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam yang bisa memberi syafaat yaitu dari para Rasul, Ambiya’, Malaikat, Shohabat, Syuhada’, ash-Shiddiquun, Auliya’ (para wali) sesuai dengan derajat dan tingkatan mereka masing2 di sisi Allah.

“أنا أول شافع ، وأول مشفع” روى هذا اللفظ أبو هريرة – رضي الله عنه – رواه مسلم ، وجابر بن عبد الله – رضي الله عنهما – أخرجه البيهقي ، وعبد الله بن سلام – رضي الله عنه

Aku adalah orang yang pertama kali memberikan syafaat dan aku adalah orang yang pertama kali yang diterima syafaatnya.

Sahabat Abi Hurairah radliyahu’anh telah meriwayatkan hadits yang redaksinya demikian, hadits ini diriwayatkan oleh imam Muslim, imam Jabir bin Abdillah radliayallahu’anhuma juga diriwayatkan oleh imam al-Baihaqi dan syaikh Abdullah bin Salam radliayallahu’anhuma.

وأما حديث ابن مسعود – رضي الله عنه – عند البيهقي قال :يشفع نبيكم رابع أربعة جبريل ثم إبراهيم ثم موسى ثم عيسى ثم نبيكم ، لا يشفع أحد في أكثر مما يشفع فيه نبيكم ، ثم الملائكة ، ثم النبيون ، ثم الصديقون ، ثم الشهداء .

قال البخاري : كذا قال أبو الزعراء : عن ابن مسعود ، ولا يتابع عليه ، والمشهور أنه – صلى الله عليه وسلم – أول شافع ، وكذا قال غير البخاري من أئمة الحفاظ ، والله أعلم

Adapun hadits sahabat Ibnu Mas’ud radliyallahu’anh menurut imam al-Bahaqi beliau berkata; “Nabimu akan mensyafaati setelah keempat dari empat orang; (yaitu) Jibril, Ibrahim, Musa, dan Isa, lalu Nabi kalian. Tidak ada seorang pun yang mensyafaati lebih banyak dari yang disyafaati oleh Nabi kalian, kemudian malaikat, kemudian Ambiya’, kemudian para ash-Shiddiqun, kemudian para Syhuhada”.

Imam al-Bukhrai menyampaikan; Seperti inilah yang disampaikan oleh Abu az-Za’raa’ dari Ibnu Mas’ud dan tidak ada yang mengikuti beliau (dalam redaksi seperti ini).

Yang Mashur adalah bahwasanya Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam adalah orang yang pertama kali member syafaat, seperti inilah yang disampaikan oleh imam al-Bukhari dari berbagai Imam pengahfal hadits. Wallahu’Alam.

وأخرج ابن ماجه ، والبيهقي عن عثمان بن عفان – رضي الله عنه – عن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال :

يشفع يوم القيامة الأنبياء ، ثم العلماء ، ثم الشهداء ” وأخرجه البزار ، وفي آخره ” ثم المؤذنون ” .

Imam Ibnu Majjah imam al-Baihaqi telah mentakhrij hadits dari khalifah Utsman bin Affan radliyallahu’anh dari Nabi shalallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Yang akan mensyafaati kelak di hari kiyamat adalah para Nabi, kemudian para Ulama, kemudia para Syuhada”. Imam al-Bazzar meriwyatkan pada akhir dari redaksi hadits ini; “kemudian para Muadzin”.

وأخرج الطبراني في الكبير ، والبيهقي عن ابن مسعود – رضي الله عنه – قال :

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : ” ليدخلن الجنة قوم من المسلمين قد عذبوا في النار – برحمة الله ، وشفاعة الشافعين ” ، وأخرجه الإمام أحمد ، والبيهقي من حديث حذيفة ونحوه ،

Imam ath-Thabrani telah mentakhrij hadits dalam kitab al-Kabir dan imam al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Mas’ud radliyallahu’anh, beliau berkata: Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda;

“Sungguh akan dikeluarkanlah orang2 muslim setelah disiksa dineraka dengan rahmat Allah serta SYAFATNYA ORANG-ORANG YANG (diberi izin oleh Allah) MEMBERIKAN SYAFAAT”. Hadits ini juga ditakhrij oleh imam Ahmad dan imam al-Baihaqi dari haditsnya Hudzifah dan sejenisnya.

وأخرج الطبراني في الأوسط عن أنس – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : ” يشفع الله آدم يوم القيامة من جميع ذريته في مائة ألف ألف ، وعشرة آلاف ألف “

Imam ath-Thabrani telah mentakhrij hadits dalam kitab al-Ausath dari sahabat Anas radliyallahu’anh beliau berkata; Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda; “Allah memberi izin kepada nabi Adam pada hari kiyamat seluruh keturunannya yang berjumlah seratus juta dan sepuluh juta”.

وأخرج ابن أبي عاصم ، والأصفهاني عن أبي أمامة رضي الله عنه قال :قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : ” يجاء بالعالم والعابد ، فيقال للعابد : ادخل الجنة ، ويقال للعالم : قف حتى تشفع للناس ” . وأخرج البيهقي من حديث جابر مثله

Syaikh Ibnu Abi Ashim dan imam al-Ashfahani telah mentakrij hadits dari sahabat Abi Umamah radliyallahu’anhu beliau berkata; Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda; Orang Alim dan orang Ahli ibadah akan di datangkan, kemudian dikatakan pada Abid, “Masuklah kamu ke surga”, dan dikatakan kepada orang Alim, “Berhentilah dulu sehingga engkau mensyafaati para manusia”. Imam al-Baihaqi telah mentakhrij hadits dari sahabat Jabir yang mirip dengan hadits ini.

وأخرج الديلمي من حديث ابن عمر – رضي الله عنهما – مرفوعا ” يقال للعالم : اشفع في تلامذتك ، ولو بلغ عددهم نجوم السماء ” .

Imam ad-Dailami telah mentakhrij hadits dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu’anhuma secara marfu’; dikatakan kepada seorang yang Alim; “Syafaatilah murid-muridmu walaupun jumlah mereka sampai dengan jumlahnya bintang-bintang di langit”.

وأخرج أبو داود ، وابن حبان عن أبي الدرداء : سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول :

” الشهيد يشفع في سبعين من أهل بيته ” وأخرج الإمام أحمد ، والطبراني مثله من حديث مقدام بن معدي كرب

Imam Abu Dawud dan imam Ibnu Hiban telah mentakhrij hadits dari sahabat Abi Darda’; Saya mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda; “Orang2 yang mati syahid akan bisa mensyafaati tuju puluh orang dari keluarganya”. Imam Ahmad dan imam ath-Thabrani telah mentakhrij hadits yang mirip dengan hadits ini dari hadits Muqoddam bin Ma’di Karib.

وأخرج الترمذي والحاكم وصححاه ، والبيهقي عن عبد الله بن أبي الجدعاء ، سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول : ” ليدخلن الجنة بشفاعة رجل من أمتي أكثر من بني تميم ” ، قالوا : سواك يا رسول الله ؟ قال : سواي ” قال الفريابي : يقال : إنه عثمان بن عفان – رضي الله عنه .

Imam at-Tirmidzi dan imam al-Hakim telah mentakhrij hadits dan mensohihkannya juga imam al-Baihaqi dari sahabat Abdullah bin Abi al-Jad’aa’; saya mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda; “Sungguh akan masuk surga dengan syafaat seorang laki-laki dari kalangan umatku orang-orang yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah bani tamim”,

kemudian para sahabat bertanya pada Nabi; “Apakah seorang laki2 tsbt adalah selain Engkau ya Rasulallah?, kemudian Nabi menjawab; “Selain diriku”. Al-Faryabi menyatakan; “dikatakan seorang laki2 tersebut adalah Utsman bin Affan radliyallahu’anh”.

وأخرج الترمذي وحسنه والبيهقي عن أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه – قال :قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : ” إن من أمتي لرجالا يشفع الرجل منهم في الفئام من الناس فيدخلون الجنة بشفاعته ، ويشفع الرجل منهم للقبيلة فيدخلون الجنة بشفاعته ، ويشفع الرجل منهم للرجل وأهل بيته فيدخلون الجنة بشفاعته ” .

Imam at-Tirmidzi telah mentakhrij hadits dan menganggapnya hasan, juga imam al-Baihaqi dari sahabat Abi Sa’id al-Khudlri radliyallahu’anh beliau berkata; Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya dari kalangan umatku terdapat banyak laki-laki yang seorang laki2 dari mereka bisa mensyafaati sekelompok manusia dan mereka semua masuk surga dengan syafaat seorang laki2 tersebut, seorang laki2 lain dari mereka bisa mensyafaati sekelompok besar (kabilah) kemudian mereka semua masuk surga dengan syafaat seorang laki2 tsbt.

Seorang dari mereka bisa mensyafaati keluarganya sehingga mereka semua masuk surga dengan syafaat seorang laki2 tsb”.

Semoga kita mendapatkan syafaat dari Junjungan kita Nabi SAW dan orang-orang yg diijinkanNya utk menolong kita di Hari Kiamat kelak...Aamiin...

Sumber : Kitab Lawami’ al-Anwar al-Bahiyyah wa Sawathi’ al-Asrar al-Atsariyyah karya syaikh al-Imam Muhammad as-Safarayini al-Hambali.

Rabu, 21 September 2016

Persiapan Pensiun

Alkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong.

Iapun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.

Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.

Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang,ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.

Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata, "Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena kamu telah lama bekerja bersamaku."

Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal yg sangat kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan..

Saudaraku..
Ibadah yang kita kerjakan
di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.

Jangan sampai kelak kita menyesal karena kita menempati rumah  yang kita bangun asal-asalan. Kerjakanlah sebaik mungkin dengan sungguh2, ikhlas dan dengan senang di hati.

*.. Selamat beraktifitas....
Jadikan hidup kita penuh dgn kebaikan berarti.. ```

🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝

Selasa, 20 September 2016

Empat Level Rezeki

Assalammualaikum wrwb. Segala puji bagi Allah yg maha Pengasih dan maha Penyayang
Shalawat dan salam bagi rasulullah saw.

*4 LEVEL REZEKI*

*1. REZEKI LEVEL PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)*

*"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."*
(QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan,makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.


*2. REZEKI LEVEL KEDUA*

*"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya"* (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu beragama apapun..


*3. REZEKI LEVEL KETIGA*

*“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."* (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.


*4. REZEKI LEVEL KE EMPAT*

*".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”*
(QS.Ath-Thalaq/65:2-3)

kira2 rezeki kita sudah sampai level mana ya ?
😀😀😀😀

Dimanapun level kita saat ini, Semoga Allah sampaikan kita ke LEVEL 4.
Aamiin.....

*_Barokallaahu fiikum_*