Postingan

Khotbah Jum'at di Masjid Al-Muhajirin Antapani Kidul: "Sejarah Shaum Ramadhan"

Gambar
Shalat Jum'at (9/4/21) di Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, menampilkan Imam/Khotib Ust. Imam Nuryanto. Tema yang disampaikan Sejarah Shaum Ramadhan. Kata "Shiam" para ulama sepakat mendefinikan yang pada umumnya diartikan sebagai menahan makan, minum dan berhubungan badan suami-istri mulai terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari untuk mengharapkan pahala dari Allah. Demikian halnya pengertian dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan-syetan dibelenggu. Kalau difahami menurut dzohir ya pengertiannta seperti itu. Namun ulama lain berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kalimat itu adalah karena pelaksanaan dampak dari shaumnya. Misalnya dengan sibuknya orang-orang dalam beramaliyah di bulan Ramadhan, maka tidak akan ada kesempatan untuk syetan menggoda orang yang shaum sehingga syetan itu merasa terbelenggu. Shaum yang dilakukan sejatinya adalah yang sesuai dengan perintah Allah dan sunah-sunah Rasulullah. Karena itu Shaum harus dilakukan

Kegiatan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H di Masjid Al-Muhajirin Antapani Kidul

Gambar
Dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan 1442 H, Ketua DKM Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, Sigit Tjiptono, menyampaikan ucapan rasa syukurnya kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena atas limpahan ramat dan karuniaNya, in syaa Allah kita dapat dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan 1442. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjunan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wasallam, kepada para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir jaman. Pesan Sigit, mari kita niatkan dalam melakukan amaliyah di bulan suci Ramadhan ini dengan penuh keikhlasan dan yang penting harus lebih baik dibandingkan Ramadhan sebelumnya. "Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan Rahmat dan RidhoNya kepada kita dan keluarga. Semoga Ramadhan kali ini tidak lewat begitu saja tanpa makna. Jangan sampai Ramadhan yang akan kita jalani ini tidak menghasilkan ampunan Allah dan nauddzubillah tidak menjadikan kita menjadi orang yang bertaqwa," tandasnya. Sementara itu ketua paniti

Khutbah Jum'at DKM Al-Muhajirin Antapani: "Persiapan Menjelang Ramadhan"

Gambar
  بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله وبركاته  Khutbah Jum'at 02 April 2021 di Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul  Khotib : Ust. Ahmad Saefurohman Lc  Tema : Persiapan Menjelang Bulan Ramadhan) Pepatah Arab mengatakan : مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ Barangsiapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah/Berbekalah ia. Bulan Ramadhan berada di depan kita. Buatlah rencana untuk ramadhan mu. Bahwasanya kita tahu bulan ramadhan adalah bulan perlombaan Habis-habisan untuk beramal kebaikan. Maka Persiapkan dirimu Berbekalah dirimu. Sebelum masuk bulan Ramadhan. Mari kita bersihkan Hati kita. Tak hanya membersihkan secara fisik tapi juga secara rohani. Selesaikan setiap permusuhan dengan siapapun, tidak terkecuali dengan keluarga, tetangga atau teman kerja dll. Berdamailah jangan sampai ada dendam dalam hati kita.  Ibarat mengisi air ke dalam gelas, bersihkan dulu gelasmu sebelum diisi air bersih. Bersihkan terlebih dahulu ruhanimu, sebelum kau isi penuh dengan

Khotbah Jum'at Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul: "Jangan Kau Anggap Remeh....."

Gambar
  بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله وبركاته Pelaksanaan Shalat Jum'at di Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, menampilkan Ustadz Mardais Al-Hilali yang membawakan tema: "Jangan Kau Anggap Remeh Perbuatanmu"Jangan meremehkan berbuat baik sekecil apa pun walau hanya dengan senyum manis tatkala bertemu, begitu pula walau hanya membantu urusan saudara kita yang ringan. Misalnya, walau hanya sekedar menyingkirkan duri atau batu. Ada tiga perbuatan baik yang harus kita lakukan, yakni: 1. Berbuat baik pada Allah Shubhanahu Wa Ta'ala, dengan melakskanakan perintahNya dan menjauhi larangannNya; 2. Berbuat baik kepada sesama manusia dengan memabntu atau menolong kesulitannya; 3. Berbuat baik pada makhluk lainnya yang Allah ciptakan, seperti pada binatang dan tumbuh-tumbuhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Jabir bin Sulaim, وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَ
Gambar
  بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله وبركاته Khutbah Jum'at di Masjid Almuhajirin RW-10 Antapani Kidul, tanggal 19 Maret 2021, menampilkan khatib Ust. Ari Iskandar S.Ud. Adapun tema yang disampaikan "Tangisan para Sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam." Silahkan ikuti khotbahnya dengan meng-klik fotonya yang terhubung langsung ke channel YOUTUBE.

Khotbah Jum'at Masjid Al-Muhajirin Ankid: "Aktivasi dzikir dan doa agar terlindung dari bahaya yang semakin nyata"

Gambar
Pelaksanaan Shalat Jum'at di Masjid Al-Muhajirin RW-10, Antapani Kidul, Antapani, menampilkan Ust. Ade Hanafi S.Pd.i. Adapun tema yang diangkat tentang "Aktivasi dzikir dan doa agar terlindung dari bahaya yang semakin nyata." Beberapa inti khotbah antara lain: 1. Setahun sudah kita mengalami musibah dan belum ada tanda-tanda musibah akan segera berakhir. Yang terdampak pun semakin nyata, bahkan di Indonesia lebih dari satu juta yang terdampak positif Covid-19. Tidak terkecuali menimpa pula beberapa ulama; 2. Ini adalah ujian sebagai sebuah kepastian, sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah 155: وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ Wa lanablu wannakum bishai'im minal khawfi waljuu'i wa naqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat; wa bashshiris saabiriin Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. D

Mutiara Alquran: "Fitnah Menurut Alquran" (1)

Gambar
Mutiara Al-Qur’an Mari kita renungkan bahwa saat ini Zaman telah mendekati detik-detik terakhirnya. Bumi mulai menua. Kerusakan merajalela, apakah itu kerusakan hutan, kerusakan di laut, pencemaran lingkungan, tetapi yang menghawatirkan adalah kerusakan akhlaq. Kemajuan tekhnologi tak terbendung lagi. Manusia telah mampu terbang menembus langit dan menyelam ke dasar lautan. Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi, namun bersama an dengan moral manusia yang semakin luntur. Banjir informasi begitu dahsyat hingga kebenaran dan kebatilan semakin samar terlihat. Bersamaan dengan itu semua, benih-benih fitnah ditaburkan. Api perpecahan tampak disetiap penjuru. Musuh-musuh Allah bekerja 24 jam untuk menghancurkan para kekasih-Nya. Sejuknya pagi disambut dengan panasnya api fitnah di media sosial, televisi, alat komunikasi dll. Aib orang diumbar dan konflik dibesar-besarkan. Zaman ini memang zaman fitnah. Zaman ketika hati seorang dipenuhi dengan keimanan di pagi hari, kemudian kembali

Khotbah Jum'at Masjid Almuhajirin Ankid, "Kerusakan Moral dibalik Kearifan Lokal"

Gambar
بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله وبركاته Khutbah Jum'at di Masjid Almuhajirin RW-10 Antapani Kidul, tanggal 5 Maret 2021/21 Rajab 1442 H.  Menampilkan Khotib/Imam: Ust Haikal Sya'ban Lc.  Beliau adalah jamaah masjid Almuhajirin dan merupakan Pengurus inti DKM Almuhajirin RW 10 Antapani Kidul. Ust. Haikal merupakan Lulusan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud. Adapun tema Khutbah menyoal "Kerusakan moral dibalik slogan kearifan lokal" Beberapa inti khotbah sbb: Istilah budaya setempat atau kearifan lokal merupakan ujian bagi umat Islam. Misalnya, belum lama ini terbit Lampiran Perpres tentang Investasi Miras, yang menggunakan baju kearifan lokal atau berdalih demi pelestarian budaya yang perlu dijaga. Padahal minuman keras merupakan sumber kerusakan moral. Bahkan dalam hadits, barangsiapa yang meminumnya maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari dan barangsiapa yang mati padahal diperutnya masih ada minuman keras maka dia mati dalam keadaan jahil

Khutbah Jum'at Masjid Al-Muhajirin Ankid "Kesombongan Raja Namrud dan Akibatnya"

Gambar
بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله وبركاته  Khotib/Imam Shalat Jum'at di Masjid Al-Muhajirin, RW-10, Antapani Kidul, tanggal 26 Februari 2021 M,  bertepatan 14 Rajab 1442 H, menghadirkan  Ust Rohimi, Lc. Ust. Rohimi, Lc., yang sekilas mirip Ust. Abdul Somad ini,  merupakan lulusan Lipia Jakarta. Adapun  keseharian beliau sebagai Dosen di Ma'had Al Imarot Bandung dan  Pembina di Kuttab Al Fatih.  Tema yang diangkat kali ini tentang "Kesombongan Raja Namrud & Akibatnya" Beberapa inti khutbah, antara lain: 1. Raja Namrud yang sejaman dengan Nabi Ibrahim, merupakan salah satu raja yang mengaku dirinya, tak hanya sebagai Raja, namun juga sebagai Tuhan; 2. Untuk mendapatkan pengakuan rakyatnya, maka rakyatnya dipanggil untuk mengakui ketuhanan dirinya. Jika rakyatnya mengikuti dan mengakui ketuhanannya, maka rakyat itu diberikan makanan; 3. Ketika Nabi Ibrahim dipanggil untuk mengakui ketuhannya, Nabi Ibrahim menolak dan tidak mengakui ketuhannya, maka nabi

Dialog Rasulullah SAW dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha

Gambar
Assalamualaikum wr wb.. Sekedar mengingatkan kembali bagi yang sudah tahu bahwa "BACAAN ATTAHIYYAT ADALAH DIALOG ANTARA RASULULLAH SAW  DENGAN ALLAH SWT" di Sidratul Muntaha ketika terjadi peristiwa Isra Mi'raj. 1. Seandainya kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara Rasulullah SAW dengan Allah Azza wa Jalla, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya... Allahu Akbar, ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti. berada di surga... Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah... 2. Singkat cerita, pada malam itu Jibril As. mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril As tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril As pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya... 3. Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah SWT, hingga tiba
Gambar
بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله وبركاته  Khutbah Jum'at tanggal 19 - 02 - 2021 menampilkan Khotib dan Imam : Ust Akhyar Assidiq Lc.MA (Beliau adalah Lulusan dari Tripoli Libya dan keseharian beliau sebagai dosen di Ma'had Al Imarot Bandung (Mata Kuliah Belajar Bahasa Arab dan Studi Islam).  Adapun tema yang diambil terkait dengan masalah Kebahagiaan yang Dikenal Allah.  Inti khutbah: 1. Jika kita merasa bahagia dikenal orang karena kebaikan kita, maka kebahagiaan seperti ini sesungguhnya hanyalah kebahagiaan semu yang bersifat sementara.  2. Jika kita disebut-sebut sebagai orang yang baik dan terkenal, yang dikenal sebagai orang yang berjasa atau paling besar dalam berinfak atau bersedekah, itu pun hanyalah sementara untuk kepentingan dunia.  3. Lalu bagaimana agar kebaikan kita itu dikenal Allah Subhaanahu Wata'aala..? Bahkan Allah menyebut-nyebut nama hambanya itu di hadapan makhluk-makhluknya?  4. Bagaimana agar seluruh amalan kebaikan kita itu dapat dike