Jumat, 03 Maret 2017

Sahabat Akhirat dan Dunia


Assalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuuh.
بِسْــــــــمِ اللَّــہ الرَّحْمَــــــانِ الرَّحِيـــــــم

Bismillahir Rahmanir Rahim

Oleh Arifin Ilham*.

Ada dua macam sahabat, yaitu sahabat akhirat dan sahabat dunia. Kedua kelompok sahabat tersebut mempunyai ciri-ciri yang sangat bertolak belakang.

Ada 12 perbedaan sahabat akhirat dan sahabat dunia,” kata Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz *Muhammad Arifin Ilham* Beliau menyebutkan :

Ciri pertama sahabat akhirat sangat mencintai sahabatnya karena Allah. “Sedangkan sahabat dunia dekat denganmu karena dunia, kekayaanmu, popularitasmu atau jabatanmu.”

Ciri *kedua* sahabat akhirat senang menasehati dalam taat, sedangkan sahabat dunia senang menasehati tentang dunia.

“Ciri *ketiga*, sahabat akhirat diam-diam senang mendoakanmu, sedangkan sahabat dunia asyik hanya pada dirinya,”

Ciri *keempat* sahabat akhirat tidak akan membiarkan sahabatnya susah, sakit bahkan celaka. Sedangkan sahabat dunia cuek bahkan bisa mencelakan sahabatnya.

“Ciri *kelima* sahabat akhirat merasakan kesusahanmu, sedangkan sahabat dunia tidak peduli.

Ciri *keenam* sahabat akhirat membantumu bila kamu dalam kesulitan, sedangkan sahabat dunia lebih banyak membuat masalah dalam hidupmu,”

Ciri *ketujuh*, kata Arifin, sahabat akhirat tulus, senang, bahagia, apa adanya bersikap di hadapan sahabatnya. “Sedangkan sahabat dunia penuh kepura-puraan, hanya karena ada maunya dekat padamu.

Ciri *kedelapan*, sahabat akhirat mudah memaafkanmu karena cintanya padamu, sedangkan sahabat dunia cepat menjauhimu dan membencimu,”

Ciri *kesembilan*, sahabat akhirat akan menutupi aib sahabatnya, sedangkan sahabat dunia menyebarkan aib sahabatnya.

Ciri *kesepuluh* “Sahabat akhirat senang bersyukur kalau kamu meraih sukses. Sedangkan sahabat dunia tidak sesenang kamu, karena ada dengki,”

Ciri *kesebelas* Sahabat akhirat tetap menjadi sahabat saat orang tersebut jatuh. Sedangkan sahabat dunia segera meninggalkan orang tersebut.

“Ciri *kedua belas*, sahabat akhirat yang mencintaimu karena Allah, ia juga akan menjadi sahabatmu di surga. Sedangkan sahabat dunia hanya sebatas di dunia,”

Semoga bermanfaat. Selamat untuk tetap mendirikan shalat subuh berjamaah...

Rabu, 01 Maret 2017

Kode dari "Boss Besar"

Kata Ustad Felix Siauw, mengapa kita ini sudah dikasih kode, tapi kok engga peka......

Kode apa sih?

Jadi gini, pernah gak lagi enak-enaknya tidur, eh tiba-tiba banyak nyamuk yang menggigit kita, akhirnya terbangun dari tidur. Lihat jam ternyata jam 02.00
Lalu ambil obat nyamuk, terus tidur lagi

Setengah jam kemudian terbangun lagi karena kebelet buang air kecil. Setelah buang air, lihat jam ternyata masih jam 02.30 Ya udah deh, tidur lagi.

Lalu Udara dingin banget, bangun terus ambil selimut. Ternyata masih jam 03.00, Pasang selimut terus tidur lagi, dengan kehangatan selimut.

"AAAAHHHH..!!!! TIDAAAKK..!!!"
Terbangun...
Huft.. Ternyata barusan mimpi buruk. Lihat jam masih jam 03.30
"Tidur lagi ah, lumayan  shubuh masih lama nih"

Nah justru, sering kali kita tidak peka terhadap hal seperti itu, tidakkah kita menyadari atau merasa bahwa itu adalah kode dari Allah bahwa Allah sedang kangen sama kita?

Sesungguhnya, Allah menghendaki kita sholat malam, ingin mendengar doa - doa kita dan curahan hati kita. Sejatinya, Allah tengah merindukan kita

Mengapa harus peka?

Di sepertiga malam Allah turun dari 'Arsy menuju langit bumi.
Allah datang, eh kita malah tidur..

Katanya pengen hidup berubah, sukses, pengen meng-hajikan orang tua, pengen punya rumah, pengen punya mobil dan motor,...

Ketika manusia memberi kode kepada orang lain, terus orang tersebut nggak peka, pasti sakit hatikan ??
Terus bilang deh, "Kenapa sih kamu enggak peka sama aku?

Coba bayangkan sudah berapa kali kita abaikan kode - kode dari Allah??

Nanti malam kalau dapat kode dari Allah, peka yaaa...

Terus curhat deh pengen apa aja...

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa..

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Silahkan bagikan pesan ini agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Selasa, 28 Februari 2017

Sombong kah Aku?

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai.

Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut.

“Hai Abdullah, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai.

“Baik Kyai, apa pertanyaannya ?” jawab si santri.

“Kamu cari orang atau mahkluk yang lebih jelek dari kamu, akan aku beri waktu selama tiga hari “, terang Kyai.

Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

*Hari pertama,* sang santri bertemu dengan si Fulan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan.

Santri berkata dalam hati, ”Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus “.

Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. “Belum tentu, sekarang Fulan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberi Hidayah (petunjuk) dan dia husnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

*Hari kedua,* santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb.

Santri bergumam, ”Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi ”.

Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya.

Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, “Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku.“

Aku tidak lebih baik dari anjing itu.

*Hari ketiga,* akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, “Sudah dapat jawabannya muridku ?”

“Sudah guru”, santri menjawab.

”Ternyata orang yang paling jelek adalah saya Kyai”, lanjutnya.

Sang Kyai tersenyum, “Kamu aku nyatakan lulus”.

Pelajaran yg dapat kita petik adalah:

✔Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain.

✔Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti.

✔Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Allah.

Demikian, semoga tulisan ini dapat menginspirasi...