Minggu, 29 Juli 2012

Ustadz Siswanto: "Peduli Pada Anak dan Pemuda"


Catatan: Alhamdulillah hingga malam ke-9, Masjid Al-Muhajiriin RW-10 Antapani masih dipenuhi jamaah yang mengikuti tarawih. Pada malam ke-9, ceramah disampaikan Ustadz Siswanto. Berikut petikan ceramahnya yang diawali pengantar oleh Ketua DKM Al-Muhajiriin, H. Sigit Tjiptono.



Mengukur peningkatan kualitas ibadah

Dalam menunaikan ibadah shaum selama sembilan hari, kita mengharapkan adanya peningkatan kualitas ibadah kita. Namun peningkatan dan ukurannya harus lah jelas. Apakah kualitas ibadah kita telah mengalami perbaikan dari hari ke hari hingga hari ke-9 ini. Ataukah masih tetap bahkan malah terjadi penurunan?

Demikian disampaikan Ketua DKM Al-Muhajirin, H. Sigit Tjiptono, dalam pengantarnya sebelum ceramah Ramadhan Ustadz Siswanto di Masjid Al-Muhajirin (29/7).

Misalnya, kata Sigit, apakah lisan kita telah terjaga dengan baik untuk senantiasa tidak menyakiti anggota keluarga atau siapapun yang berhubungan dengan kita. Apakah hati kita telah benar-benar bersih dan menjauhkan diri dari buruk sangka (suudzon). Apakah bacaaan Al-qur'an kita telah meningkat secara kualitas dan kuantitas. Bagaimana dengan kualitas sedekah kita, apakah telah meningkat. Apakah shalat kita telah lebih baik dan terjadi peningkatan secara kualitas dengan tepat waktu?

“Idealnya shalat kita sampai hari ke-9 shaum ini menjadi semakin baik. Seperti membiasakan shalat berjamaah di masjid dengan tepat waktu. Al-qur'an tak hanya perlu menjadi bacaan rutin setiap hari, namun juga harus lebih dimengerti, difahami dan diamalkan. Begitupun dengan sedekah kita, mestinya mengalami peningkatan,” demikian Ketua DKM, H. Sigit Tjiptono.

Peduli pada Anak dan Pemuda

Ustadz Siswanto, dalam ceramah ramadhannya, menyampaikan tentang betapa pentingnya kepedulian pada anak dan pemuda. Itulah mengapa betapa kuatnya Rasulullah SAW dalam mendidik para sahabatnya, terutama dari kalangan pemuda. Mengapa? Karena Rasulullah menyadari betapa sistem pegkaderan harus berjalan dengan baik. Keadaan suatu negeri tergantung dari para pemudanya. Dan sesungguhnya di tangan mereka lah perjuangan dalam menegakkan agama dan syiar Islam.


“Jika pemuda tidak ditempa dan dilibatkan dalam pendidikan Islam, dikhawatirkan mereka akan terpengaruh oleh faham Yahudi dan Nasrani. Ini sangat riskan dan berbahaya,” tandas Ustadz Sis.

Oleh karena itu, lanjut Ustadz, betapa pentingnya pendidikan Islam dalam rumah tangga. Mulai anak-anak mereka harus ditempa dengan pendidikan Islam yang baik dan lebih mumpuni. Dalam hal ini betapa teladan orang tua sangat penting. Sebab, prilaku dan karakter orang tua akan sangat mempengaruhi dan menentukan watak anak. “Karena itu, pendidikan Islam haruslah diikuti dengan pendidikan ahlaq yang baik yang harus dicontohkan oleh orang tua,” kata Siswanto.

Jadikan rumah seperti suasana masjid, bukan seperti suasana kuburan. Dalam rumah harus senantiasa terdengar gema kalam Ilahi. “Hidupkan suasana masjid di dalam rumah. Dengan demikian Insyaalah, anak-anak dan para pemuda kita akan berpegang teguh pada nilai-nilai Islami sebagaimana yang kita harapkan,” kata Ustadz....(*Al-Muhan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar