Minggu, 17 Juli 2016

Monyet dan Dendam

Di Kabupaten Ngada, Flores, NTT, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera.

Cara menangkapnya sederhana saja. Pemburu hanya menggunakan buah kelapa yang dilubangi pada bagian atas buah. Buah kelapa itu diisi dengan kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet-monyet datang.

Setelah diisi kacang, buah-buah kelapa itu itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan bagian atas kelapa tak tertutup tanah.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam buah kelapa, tak bisa dikeluarkan.

Kok, bisa ?

Monyet-monyet itu tertarik kepada aroma yang keluar dari setiap buah kelapa. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.

Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.

Buah kelapa itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat leluasa pergi ke mana-mana...!

Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya, tapi mereka tak mau melepaskannya....

Sahabatku....

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak orang melakukan hal yang sama seperti monyet-monyet itu.

Mereka mengenggam erat setiap masalah yang dimiliki tanpa mau melepaskannya.

Mereka sering menyimpan dendam, benci dan iri, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dada. Sehingga, tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, terkadang membawa "buah-buah kelapa" itu ke mana pun dan kapan pun mereka pergi. Mereka terus berusaha berjalan menapaki jalan kehidupan ini dengan beban berat itu.

Tanpa sadar, mereka sebenarnya sudah terperangkap penyakit kepahitan yang kronis, yang bisa berakibat kepada mengerutnya sel-sel tubuh mereka, dan putusnya benang-benang DNA-nya.

Jika hal ini dibiarkan berlarut, maka kemungkinan besar sel-sel yang mengerut tadi perlahan namun pasti, bermutasi menjadi sel-sel KANKER...!!

Penelitian tentang sel tubuh yang bermutasi jadi sel kanker inilah yg mengantarkan Prof. Dr. Bruce Lipton dari Amerika Serikat menerima hadiah nobel dalam bidang Biologi Molekuler.

Sebenarnya mereka dapat selamat dari sakit berbahaya ini, jika mereka mau melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif (kekhawatiran, kecemasan, amarah, dendam, benci, iri, dengki, menganggap diri paling benar, orang lain selalu salah...dll.) terhadap siapa pun.

Jika kita perhatikan, dalam kehidupan kita sehari-hari masih banyak orang yang hatinya seperti tangan monyet-monyet itu. Semoga saja kita tidak demikian.

Mari kita lepaskan, maafkan, ampuni, ikhlaskan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar