Selasa, 28 Februari 2017

Sombong kah Aku?

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai.

Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut.

“Hai Abdullah, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai.

“Baik Kyai, apa pertanyaannya ?” jawab si santri.

“Kamu cari orang atau mahkluk yang lebih jelek dari kamu, akan aku beri waktu selama tiga hari “, terang Kyai.

Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

*Hari pertama,* sang santri bertemu dengan si Fulan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan.

Santri berkata dalam hati, ”Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus “.

Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. “Belum tentu, sekarang Fulan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberi Hidayah (petunjuk) dan dia husnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

*Hari kedua,* santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb.

Santri bergumam, ”Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi ”.

Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya.

Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, “Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku.“

Aku tidak lebih baik dari anjing itu.

*Hari ketiga,* akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, “Sudah dapat jawabannya muridku ?”

“Sudah guru”, santri menjawab.

”Ternyata orang yang paling jelek adalah saya Kyai”, lanjutnya.

Sang Kyai tersenyum, “Kamu aku nyatakan lulus”.

Pelajaran yg dapat kita petik adalah:

✔Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain.

✔Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti.

✔Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Allah.

Demikian, semoga tulisan ini dapat menginspirasi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar