Minggu, 25 Juni 2017

Khutbah Idul Fitri DKM Al-Muhajirin: Belajar dari Gerakan intelektual Salahuddin

Jika umat Islam ingin
Ust Deni Albar, Lc sebagai khatib dan Imam
mendapatkan kemenangan di seluruh dunia maka harus belajar dari gerakan intelektual Salahuddin Al-Ayyubi dalam merubah masyarakatnya. Sejarah mencatat bahwa kemenangan Salahuddin membebaskan Al-Aqso terjadi di bulan ramadhan, bulan dimana umat Islam tengah berpuasa dan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu bulan ramadhan dipandang sebagai bulan totalitas ketaatan. Namun apa yang terjadi di zaman ini, kini tengah marak-maraknya muslim pilah pilih perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan syariah Islam ada yang sengaja ditinggalkan dengan alasan kebangsaan, kebhinekaan, NKRI, dll. Yang lebih memprihatinkan saat ini justru menyebar ideologi yang penuh kemaksiatan dan jauh dari ajaran Islam, seperti komunisme, kapitalisme liberal, hedonism, dan fasisme.

Demikian disampaikan, Ustadz Deni Albar, Lc, pada khutbah Idul Fitri 1438 H yang berlangsung di halaman belakang Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul (25/6).

Jamaah shalat Idul Fitri Masjid Al-Muhajirin
Menurut Ust Deni, gerakan kampanye taat kepada Allah dan Rasulnya seperti yang dicontohkan Solahudin, tak hanya diawali dengan mempersiapkan ketahanan militer dan kekuatan ekonominya, namun juga membentuk moral rakyatnya agar lebih tangguh, terutama melalui gerakan kampanye amar ma’ruf nahi munkar dalam masalah ububiyah dan mu’amalah bermasyarakat. Salah satu yang digagasnya melalui keutamaan shalat berjamaah dan upaya memakmurkan masjid.

Ada ucapan Solahudin yg sangat terkenal “Dari tempat ini kita akan menang”. Ucapan itu muncul pada saat Solahudin melakukan inspeksi di tengah malam bulan ramadhan menyusuri tenda2 pasukannya yang ternyata para prajutritnya itu tengah sibuk membaca Al-Qur’an, bertahlil, berdzikir, hingga tak menyadari kalau pemimpin mereka tengah berjalan di depannya.

Karena itu Bulan ramadhan, kata ustadz, dapat dijadikan sebagai momentum untuk membangun semangat kesatuan umat. Semangat bersatu dan semangat kesatuan menjadi langkah strategis dalam membangun kemajuan muslimin di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan umat muslim yang semakin besar dan kompleks.  Kewajiban puasa bagi seluruh muslim sesungguhnya memberi arti tentang kesamaan kedudukan manusia dalam pandangan agama, sehingga kasih sayang dan ukhuwah Islamiyyah saling membantu dalam kebaikan dan ketaqwaan adalah suatu keniscayaan dalam menopang wujud kesatuan umat.

Jadi sesungguhnya, lanjut ustadz,  kesatuan akan melahirkan ukhuwah atau persaudaraan. Jauh dari hasad, dengki, permusuhan, dan dendam masa lalu.  Sebagaimana dalam QS Ali Imran (3) 103: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatkan akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah, orang2 bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Shalat Ied berlangsung khidmat
"Maka menjadi kewajiban kita semua kaum muslimin untuk hidup berjama’ah, hidup terpimpin berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Berjamaah adalah kewajiban kita kaum muslimin, berjama’ah adalah bersatu untuk beribadah kepada Allah SWT, berjama’ah adalah cara mengamalkan Islam secara kaffah, berjama’ah adalah wujud pengamalan Islam yang rahmatan lil’alamin, berjama’ah adalah system hidup dan jalan hidup berdasarkan petunjuk Allah. Jadi marilah kita berjama’ah agar Allah meridhoi kita, mari kita dakwahkan kewajiban berjama’ah ini kepada seluruh umat Islam," himbau Ustadz Deni Albar, Lc.

H Hasan Munawar menyampaikan laporan
kegiatan ramadhan dan pengumpulan zakat
Ketua DKM Al-Muhajirin, Sigit Tjiptono tengah
menyerahkan zakat fitrah secara simbolis 
Peserta Pesantren Kilat Anak2 mendapat
bingkisan dari Panitia Ramadhan
Laporan DKM Kegiatan Ramadhan

Sementara itu, laporan kegiatan ramadhan disampaikan Hasan Munawar, antara lain mencakup kegiatan Pesantren kilat anak2 TK dan SD yang diikuti 30 peserta dan berlangsung selama 18 hari. Pesantren kilat remaja, dewasa dan duafa diikuti 45 peserta selama 8 hari.

Selain itu kegiatan siraman rokhani berupa Ceramah dan Simaan sebelum dilaksanakan sholat tarawih. Adapun Kajian tahsin (perbaikan hafalan surat2 Al Qur'an) dilaksanakan pada ba'da ashar. Serta Tadarus Al Qur'an ba'da subuh yang diikuti bpk2, ibu2, remaja dan anak2.

Disampaikan Hasan Munawar, bahwa Pengumpulan & pembagian zakat fitrah, zakat mal, infaq/sedekah telah berjalan dan tersalurkan dengan baik. Penerimaan infaq tarawih ramadhan mencapai Rp 29.877.500,-. Sedangkan Penerimaan zakat fitrah, zakal mal, infaq & sedekah sebesar Rp. 32.591.250,- dengan rincian : Zakat Fitrah Rp 13.338.750,- , Zakat mal Rp 9.558.750,-, Infaq/sedekah Rp 7.943.750,- dan Fidyah Rp 1.750.000,-. Zakat fitrah dalam bentuk beras diterima sebanyak 150 kg.

Zakat fitrah telah dibagikan mulai bada shalat subuh sd menjelang shalat Iedul Fitri dlm bentuk beras kepada 524 orang mustahik.

Hasan Munawar atas nama Pengurus DKM Al-Muhajirin menyampaikan ajakan/himbauan bagi warga muslim RW 10 serta warga pratista dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan pengajian rutin, antara lain pengajian anak2 selama 5 kali/minggu (Senin sd Jumat), pengajian ibu-ibu 5 kali/minggu (Senin sd Jumat), dan pengajian bpk2 dan remaja putra 4 kali/minggu (Rabu malam, sabtu subuh, ahad subuh, dan ahad malam).

Mari semangat selama beramal dan ibadah di bln ramadhan, kita lakukan dan tingkatkan di 11 bln yg akan datang. Masjid Al Muhajirin ini adalah masjid yg kita bangun bersama, mari kita makmurkan dg "Sholat wajib berjamaah & menghadiri majelis taklim dan pengajian/ kajian2 ilmu agama.

Himbauan untuk para bapak utk memberi teladan bagi istri dan putra putrinya utk membiasakan hatinya tergantung atau terikat ke masjid. Menggelorakan gerakan "membaca Al Qur'an dan sedekah setiap hari" bagi putra putri kita sejak dini. Serta meningkatkan kepedulian thd tetangga dan sesama dg cara saling menolong dan membantu serta menjaga kerukunan hidup bertetangga secara harmonis. Jauhkan dari "gibah", membicarakan kekurangan/aib tetangganya atau org lain.



Peserta Itikaf Anak2 yang berhasil menyelesaikan
Itikaf full selama 10 hari
Dengan demikian semoga Allah SWT selalu memberi rahmat dan ridlo-Nya kpd kita dan keluarga.

Pada kesempatan itu sempat pula diberikan bingkisan utk anak2 yg mengikuti pesantren kilat dan peserta anak yang telah berhasil itikaf selama 10 hari penuh. (/nas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar