Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Menata Qolbu, Menuju Hati Mutmainnah

Gambar
Pengajian Rabu Malam, 29 Nopember 2017 DKM Almuhajirin Antapani Kidul Ustadz Syaiful Hamdi Sesungguhnya hati itu berkarat seperti besi. Cara membersihkannya dengan istighfar dan mengingat Allah [dzikrullah] ISTILAH hati dalam bahasa Arab disebut qalbun, yaitu anggota badan yang letaknya di sebelah kiri dada dan merupakan bagian terpenting bagi pergerakan darah. Dikatakan juga hati sebagai qalb, karena sifatnya yang berubah-ubah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya, ia adalah hati.” (Muttafaq ‘alahi). Karena sifatnya yang berubah-ubah maka yang menentukan sholeh tidaknya seseorang tergantung dari qolbun-nya. Tingkatan Hati (qolbun) Hati ibarat cermin. Jika tidak dirawat dan dibersihkan, ia mudah kotor dan berdebu. Karena itu,  hati manusia terbagi dalam 3 kriteria;  Qalbun Maridh (hati yang

Bagaimana Menggapai Hati Yang Khusu'

Gambar
  Kajian Minggu Malam, 26 Nopember 2017 Ustadz Abu Ikhsan وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ”Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’, ( yaitu ) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya ” (QS. Al Baqarah : 45 -46) Pada tulisan yang lalu telah diterangkan tentang sabar dan sholat serta pengaruhnya terhadap penyelesaian problematika hidup. Begitu juga sudah kita ketahui bahwa sabar dan sholat ini akan sangat sulit dikerjakan secara baik dan terus menerus kecuali oleh orang-orang yang khusu’.  Pada tulisan di bawah ini akan diterangkan hakekat khusu’ menurut Al Qur’an dan Hadist, serta padangan para ulama. Untuk mempermudah pembahasan akan dibagi menjadi beb

Tahsin dan Tafsir Ath-Thariq

Gambar
Kajian Subuh DKM Al-Muhajirin Ahad, 26 Nopember 2017 Bersama Ustadz Iman Firdaus بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ ﴿٢﴾ النَّجْمُ الثَّاقِبُ ﴿٣﴾ إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿٤﴾ فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ ﴿٥﴾ خُلِقَ مِن مَّاءٍ دَافِقٍ ﴿٦﴾ يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ ﴿٧﴾ إِنَّهُ عَلَىٰ رَجْعِهِ لَقَادِرٌ ﴿٨﴾ يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ ﴿٩﴾ فَمَا لَهُ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ ﴿١٠﴾ وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ ﴿١١﴾ وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ ﴿١٢﴾ إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ ﴿١٣﴾ وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ ﴿١٤﴾ إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا ﴿١٥﴾ وَأَكِيدُ كَيْدًا ﴿١٦﴾ فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا  (١٧  Ath-Thariq(Surat ke 86, Diturunkan di Mekkah 17 ayat) Bismillahir Rahmaanir Rahiim.  Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. 1. Was samaa-i wath thaariq Demi langit dan sesuatu yang datang pada waktu malam.  2. Wa maa adraaka math

Rezeki halal telah dibagi...

Gambar
Miskin harta itu tidak dikenal dalam kehidupan orang yang beriman kepada Allah dengan sepenuhnya. Setiap orang yang memiliki keyakinan dan keimanan penuh kepada Allah, serta giat beribadah dan berdoa kepada-Nya,  maka ia akan merasa kaya dalam naungan Yang Maha Kaya. Karena yang dinamakan kaya itu adalah ‘kaya hati’, yaitu seseorang yang hatinya merasa kaya hingga tidak terikat dengan gegap gempita kehidupan dunia, khususunya pada urusan pengumpulan dan penumpukan harta. Jadi ada orang yang memiliki hati kaya, maka itulah hakikat kekayaan sesungguhnya yang harus dimiliki setiap orang, sekalipun dirinya tidak memiliki harta kekayaan. Berbeda dengan orang yang memiliki sifat rakus harta, yaitu orang yang tidak pernah merasa puas dengan pembagian rezeki  halal dari Allah, hingga berani mengambil langkah durhaka seperti menghalalkan segala cara untuk menumpuk kekayaan, tanpa mengenal dari sumber halal atau haram, maka semuanya diterjang,  yang penting dapat uang, demi memenuhi hasr

Menyoal amar ma'ruf nahi munkar...

Gambar
Oleh Suripto SH (Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan) 1. Sebelum saya menyampaikan materi saya ingin bertanya kepada Saudara-saudara sekalian, apakah kita masih sepakat akan terus melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau hanya amar ma’ruf saja? Tentu kita tidak cukup hanya amar ma’ruf saja tetapi harus disertai dengan nahi mungkar.* *2. Apalagi di tengah kondisi seperti saat ini, di mana kondisi saat ini mirip dengan kondisi di awal-awal kelahiran orde baru atau ORBA. Ummat Islam diliputi suasana Islamophobia. Banyak yang mengakui ke-Islamannya secara ragu-ragu atau tidak berani secara terang-terangan.* *3. Pada awal kelahiran Orba ada pusat pemikiran yang dibangun oleh Pater Beik yang menyebarkan Islamophobia di kalangan sipil dan militer. Sehingga muncullah peristiwa Lampung, Majalengka, Tanjung Priok dll pada tahun 1980-an sehingga semakin memperkuat stempel bahwa Islam itu identik dengan teroris yang akan membuat negara Islam melalui DI/TII. Dampak dari skenario t

Surat cinta untuk saudaraku Seiman

Gambar
Berikut adalah Surat Cinta untuk saudaraku seiman... 1. Mari kita ingat, dari dulu kita berbeda dalam qunut subuh. jika engkau yang imami engkau membaca qunut, akupun ikut dengan takdzim dibelakangmu. demikian pula saat aku yang menjadi imam aku tidak membaca qunut, engkaupun ikut dengan penuh hormat tanpa ribut. #KitaTetapBersaudara 2. Di awal Ramadhan, hampir tiap tahun kita berbeda dalam memulainya. aku menggunakan methode hisab, engkau memakai rukyah. meski hasilnya berbeda, #KitaTetapBersaudara. 3. Saat tarawih, aku memilih melakukannya sebelas rakaat dengan witirnya sebagaimana riwayat ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha, sedangkan engkau memlih meneladani Sayyiduna Umar. Ramadhan berjalan dengan penuh syahdu. tak ada kegaduhan. karena #KitaTetapBersaudara 4. Bahkan ketika hari raya menjelang, kita sering menggelar shalat ied di hari yang berbeda, namun #KitaTetapBersaudara. 5. Dalam hal tahlilan. engkau meyakini pendapat Imam Ahmad bin Hambal yang menyatakan bahwa