Sabtu, 23 Desember 2017

Dari Penutupan Hafizh Quran: "Resapi Maknanya"

Salah satu metoda dalam menghafal Al-qur’an yakni bagaimana agar ayat2 Al-qur’an yang kita hafalkan itu difahami kandungan maknanya serta benar2 meresap dan menghunjam getarannya ke dalam jiwa.

Demikian salah satu wejangan dari Penasihat DKM Al-Muhajirin, H. Mumu Romli, saat penutupan Kegiatan Ujian Semester Program Kaderisasi Penghafal Al-qur’an Yayasan Sahabat Al-qur’an (SAHAL), di Masjid Al-Muhajirin, Sabtu (23/12).

Menurut H. Mumu, bahwa mempelajari Al-qur'an ini sangat penting. Karena sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al-qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain. Jadi kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat khususnya bagi DKM Al-Muhajirin, terutama dapat dijadikan sebagai contoh dan motivasi bagi jamaah Al-Muhajirin untuk senantiasa mencintai Al-qur’an dan tergerak untuk menghafalkannya. Serta tentu saja agar syiar Islam senantiasa terpancar secara berkesinambungan.

Bagi kami para orangtua, lanjut Mumu, memang tidak mudah untuk menghafal ayat2 Al-qur’an ini. “Sulit dihafal dan mudah lupa,” Itulah yang terjadi. Sehingga dengan adanya kegiatan ini dimana Masjid Al-Muhajirin dijadikan tempat untuk program kegiatan ini, tentunya memberikan nuansa spiritual dan motivasi tersendiri.


Sementara itu, Ustadz Hanif, mewakili Ketua Yayasan SAHAL, menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kerjasama yang telah terjalin ini, dimana Masjid Al-Muhajirin selama lima hari penuh telah menjadi tempat ujian bagi para santri Yayasan SAHAL melalui program ini.

Terkait beberapa kiat-kiat dalam menghafal Al-qur’an, seperti yang ditanyakan beberapa jamaah Al-Muhajirin, Ustadz Hanif, menjelaskan bahwa menghafal Al-qur'an itu merupakan proses panjang. Jadi memang benar tidak mudah untuk menghafalnya dalam waktu singkat dengan hasil maksimal. Batasan waktunya pun sulit untuk dipredikasi. Ada yang hafal 30 juz selama 2 tahun atau mungkin ada yang belasan tahun bahkan puluhan tahun.

Salah satu kiatnya, lanjut Hanif, bahwa ayat2 Al-qur’an yang akan kita hafal itu tentu saja harus lah dilakukan secara intens dan berulang. Namun yang lebih penting dari itu haruslah dimulai dengan pembersihan jiwa. Dibutuhkan niat dan tekad serta keyakinan kuat bahwa apa yang akan kita hafal itu bisa diperoleh. “Dibutuhkan keikhlasan dan kebersihan hati yang dilandasi keimanan dan tekad yang kuat lah yang akan mengantarkan jalan bagi seseorang menjadi al-hafizh Al-qur’an,” kata Hanif. 

“Adapun tentang metodanya, sebenarnya akan ditemukan sendiri sejalan dengan proses penghafalan yang sedang terjadi. Bahkan metoda itu bisa hadir dengan sendirinya. Bisa dalam bentuk anugerah, rahmat dan karunia yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tandas Hanif, seraya menyarankan agar tidak boleh atau pantang berputus asa dalam menghafalnya.

Wakil Ketua DKM Al-Muhajirin, H. Muklis Effendi, turut menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kerjasama yang telah terjalin ini. “Insyaa Allah melalui program kegiatan ini, akan membawa keberkahan bagi masjid kami sehingga lebih memberi makna pada upaya kami dalam memakmurkan masjid Al-Muhajirin,” kata Muklis.

Acara penutupan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari Yayasan SAHAL kepada DKM Al-Muhajirin, berupa Piagam/Sertifikat Ucapan Terim kasih dan Lima Examplar Buku Secercah Cahaya di Langit Sukamiskin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar