Senin, 16 April 2018

Tak ada kebaikan sia-sia

Tanpa terasa, kita sudah masuk di bulan Sya'ban, hanya tersisa satu langkah lagi menuju bulan Ramadhan. Waktu memang semakin cepat. Setahun laksana sebulan, dan sebulan bagaikan seminggu.

Bulan Sya'ban bagi penduduk negeri Yaman adalah bulan berziarah ke makam Nabi Hud di Propinsi Hadhramaut.

Perkampungan di sekitar tempat peristirahatan terakhir Nabi Hud adalah kampung yang gersang, jarang sekali ada penduduk lokal di daerah ini. Tetapi begitu bulan Sya'ban tiba, kaum muslimin datang dari berbagai penjuru Yaman, bahkan dari luar negeri.

Ribuan orang bermalam di kampung ini selama beberapa hari! Praktis aktivitas mereka tidak melulu berziarah, mereka bersilaturahmi dengan sanak famili yang jauh-jauh. Lalu majelis-majelis ilmu diadakan berkali-kali dalam satu hari.

Nabi Hud sendiri mungkin tidak menyangka, bahwa akan ada sekelompok umat Rasulullah yang masih mendoakannya. Padahal jarak antara kita dengan zaman Nabi Hud terpaut sekitar 4500 tahun!

Subhanallah, artinya amal soleh dan dakwah yang diemban oleh Nabi Hud masih terlihat manfaatnya sampai empat ribu lima ratus tahun kemudian!

Saya jadi teringat dengan sepasang orang tua soleh, di mana karena kesolehan keduanya maka Allah menjaga harta benda anak-anak dan keturunannya agar tidak dirampas para pencuri.

Kisah ini diabadikan Al-Quran saat bercerita tentang Nabi Khidir dan Nabi Musa dalam surat Al-Kahfi ayat 82,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang orangtuanya adalah seorang yang soleh,"

Ulama tafsir menjelaskan bahwa anak yang dimaksud dalam ayat tersebut bukanlah anaknya langsung, melainkan anak keturunan ketujuh. Artinya, kesolehan orang tua tersebut bahkan bermanfaat sampai tujuh turunan!

Maka kembali kepada diri kita sendiri, bahwa tidak ada kebaikan yang kita kerjakan sia-sia. Sejak masa kita sendiri, bahkan sampai di masa-masa yang akan datang.

Salam Hijrah.

Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita! (noname/wag)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar