Selasa, 24 April 2018

Tragedi dalam buku harian

Ada sepasang suami isteri tergesa-gesa berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG SEBUAH HOTEL. Mereka berlari utk menyelamatkan diri, pada saat terjadi KEBAKARAN .

Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat utk satu orang yang tersisa.
Setelah saling bertatapan kemudian sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh .

Kejadian Berikutnya....

API ITU SEMAKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruhnya, termasuk sang ISTRI.

DOSEN yang menceritakan kisah ini bertanya pada mahasiswa²nya, "Menurut kalian, apa yang sang istri itu teriakkan pada saat itu?"

Para mahasiswa pun menjawab secara bergantian:

- Kamu JAHAT!!
- Aku benci kamu!!
- Dasar suami kurang ajar!!
- Kamu egois!!
- Suami Gak tanggung jawab!!
- Dasar gak tau malu cemen!! dsb

Tapi ada seorang mahasiswi yg hanya diam saja, dan guru itu meminta mahasiswi yg diam itu menjawab,

Kata si mahasiswi, Saya yakin si istri pasti berteriak, "Tolong jaga anak kita baik-baik!!"

Dosen itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya.

Mahasiswi itu menggeleng, "belum, tapi itu yg dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis," jawabnya.

DOSEN itu menatap seluruh kelas dan berkat, "Jawaban dia benar!!"

HOTEL itu kemudian benar² terbakar habis.

Singkat cerita sang suami harus kembali ke kota kecilnya dgn Air mata yg terus menetes. Ia pun harus menjemput anak2 mereka yang masih TK dan BALITA, serta mengasuhnya sendirian. Kisah tragedi ini pun tersimpan rapat, bagai ditelan waktu tanpa pernah terbahas lagi.

Ber-tahun²kemudian, anak anak itu sdh menjadi dewasa, ada yg menjadi pengusaha, ada yg menjadi dokter serta satu lagi masih bekerja sambil kuliah,

Pada suatu hari ketika anak bungsu nya bersih bersih kamar sang Ayah, anak itu menemukan buku harian ayahnya,

Dia menemukan catatan harian atas tragedi yang menimpa keluarganya, diceritakan bahwa saat orang tuanya ke Hotel itu, mereka sedang berobat jalan karena sang istri menderita penyakit kanker ganas dan dokter memprediksi akan segera meninggal.

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu²nya kesempatan utk bertahan hidup.

Dalam buku harian itu tertulis, betapa dirinya berharapagar sang istri lah yang naik ke Helikopter itu. "Isteriku sayang, sungguh demi anak2 kita, terpaksa walau dgn hati remuk redam membiarkanmu ditinggal hingga harus terbakar," demikian tulisnya.

Setelah membaca buku harian itu, si bungsu kemudian menceritakan kpd kedua kakak nya. Tentu saja ketiga anaknya terharu kemudian mereka bertiga segera menyusul sang Ayah di kampus. Mereka menangis dan bersujud mencium kaki sang Ayah Bergantian. Itulah sebagai wujud syukur ketiga anaknya  atas perjuangan dan keberanian sang Ayah untuk mengambil keputusan dengan tekad untuk membesarkan mereka semua.

Cerita sang Dosen selesai lalu seluruh kelas pun mulai hening dalam diam.
Dosen itu kemudian berkata;
Tahukah kalian Siapakah sang Ayah itu?
Sang Ayah itu saat ini lah yang ada di hadapan kalian

Dengan serempak para mahasiswa dan mahasiswi nya segera berlarian memeluk sang DOSEN. Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tsb,

Bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini sejatinya tak sesederhana yang terpikirkan, ada berbagai macam kondisi dan alasan dibaliknya yang terkadang begitu sulit dimengerti.

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya atau kulitnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi jika tanpa fakta atau alasan dibaliknya.

Ada beberapa hikmah dalam kehidupan, antara lain:

Mereka yg bekerja tanpa ada yg menyuruh bukan karena bodoh, tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yg minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, tapi karena lebih menghargai orang lain.

Mereka yg mengulurkan tangan utk menolongmu bukan karena merasa berhutang, tapi karena menganggap kita adalah sahabat.

Mereka yg sering mengontakmu, dan mengajakmu reuni atau silahturahmi bukan karena tdk punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya.

Mereka yang mentraktirmu makan tidak selalu karena banyak uang, tapi karena menghargai artinya persahabatan.


JADI: JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar