Sabtu, 03 November 2018

Donasi Al-Muhajirin untuk Palu, Sigi dan Donggala

Penyerahan donasi Jamaah Al-Muhajirin sebesar Rp 20.163.000 melalui
Wahdah Islamiah Jawa Barat
Belum hilang duka terjadinya gempa Lombok dua bulan sebelumnya, gempa kembali mengguncang Sulawesi Tengah. Bahkan harus diikuti dengan tsunami dahsyat yang sanggup meluluh-lantakan kota  Palu,   Sigi     dan Donggala.



Foto bersama Jamaah Al-Muhajirin sesaat setelah penyerahan donasi
Gempa dengan magnitudo 7,4 SR yang diikuti tsunami setinggi tiga meter itu memang menyisakan duka yang mendalam. Tidak terkecuali duka yang dirasakan jamaah masjid Al-Muhajirin, Antapani Kidul.
Tak ayal lagi detik-detik menjelang peringatan HUT ke-40 Kota Palu pada Jumat 28 September 2018 buyar. Tsunami menerjang semua persiapan perayaan di bibir pantai. Kota Palu, Sigi dan Donggala pun porak-poranda. Sesaat kemudian suasana pun menjadi hening dan mencekam.

Sebagai wujud keprihatinan, jamaah Al-Muhajirin telah menggalang dana sejak tanggal 1 sd 15 Oktober hingga terkumpul Rp 20.163.000 (dua puluh juta seratus enam puluh tiga ribu rupiah). Donasi pun kemudian disalurkan melalui Wahdah Islamiah Jawa Barat.

Pada Sabtu, ba'da shubuh (3/11), H Anda Suhanda yang mewakili jamaah Al-Muhajirin, menyerahkan donasi kepada Ustadz Wawan Kurniawan, sebagai pimpinan Wahdah Islamiah kota Bandung. Penyerahan donasi disaksikan oleh Wakil Ketua DKM Al-Muhajirin, H Mukhlis Effendi dan Ustadzah Lilis Solehudin mewakili majelis taklim ibu-ibu dan jamaah Al-Muhajirin.

Menurut Ketua DKM Al-Muhajirn, H Sigit Tjiptono, program bantuan bencana alam ini merupakan kegiatan rutin DKM, terutama jika terjadi gempa bencana yang menimpa saudara-saudara kita.

Alhamdulillah, lanjut Sigit, donasi untuk bencana Palu, Sigi dan Donggala ini jumlahnya dua kali lipat dibanding donasi sebelumnya untuk gempa Lombok sebesar Rp 10 juta yang telah diserahkan melalui HU Pikiran Rakyat.

Adapun perkembangan terakhir menurut Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers Rabu (3/10) siang, mengungkapkan, sebagian korban tewas sudah dimakamkan secara masal."Sementara yang luka berat ada 2.549 orang, yang hilang ada 113 orang, dan yang tertimbun 152 orang. Adapun pengungsi jumlahnya lebih dari 73.000 orang," kata Sutopo.

Para korban tewas itu tercatat 1.177 yang ditemukan di Palu, 153 orang ditemukan di kabupaten Donggala, 65 orang ditemukan di Kabupaten Sigi dan 12 orang di Kabupaten Parigi Moutong. (nas/).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar