Anjuran Ketua DKM Almuhajirin di Masa SAH

Wabah Virus Covid-19 makin meluas dengan Jumlah Penderita Positif Terus bertambah. Baik yang Sudah POSITIF Maupun Dalam Pemantauan, Semuanya Tentu Harus dirawat, Baik di Rumah Sakit maupun diisolasi di Rumah secara Mandiri bagi yang bergejala Ringan.

Hal yang Jarang diperhitungkan Masyarakat Adalah Begitu BESAR DANA yang Harus dikeluarkan untuk Merawat Seorang Penderita Positif Covid-19.

Ketua DKM Almujarin, Sigit Tjiptono, sangat prihatin dengan kondisi wabah saat ini. Untuk itu di masa Stay at Home (SAH) saat ini, Sigit merasa perlu untuk menyampaikan anjuran bagi seluruh jamaah Almuhajirin, agar senantiasa:

1. Menjaga kondisi kesehatan dengan tetap berolahraga ringan di rumah atau di halaman rumah;

2. Istirahat yang cukup, makan yang bergizi, bila perlu minum vit C dan vit E sebagaimana dianjurkan dokter pada saat ini;

3. Melakukan amal ibadah ramadhan dengan perencanaan yang baik disesuaikan dengan kemampuan fisik dan psikis;

4. Ikuti petunjuk ulama (MUI Pusat, Jabar, Kota dan Kecamatan) sebagai pewaris nabi  dan  umaro' (pemerintah pusat, propinsi, kota/kab, kec, kelurahan).

5. Selalu gembira bersama keluarga dan orang-orang tercinta.

6. Peduli kepada orang tua dan mertua, kerabat/saudara/famili, tetangga sekitar, ustadz/guru, fakir miskin, yatim piatu, dll. terutama yang membutuhkan bantuan.

Besarnya biaya perawatan

Salah Satu Anak dari Pasien Covid-19 yang dirawat di Salah Satu Rumah Sakit SWASTA di JAKARTA mengungkapkan, Untuk BIAYA Perawatan Ayahnya yang Terkena Covid-19 Mencapai Rp: 500 juta !

“Supaya Kita Semua PAHAM VIRUS Covid-19 ini Bukan Penyakit Kaleng-Kaleng. Ini Sudah dua Minggu bokap di RS. 3x Swab Masih POSITIF. Dan ( Jumlah Nominal ) itu yakin Masih Bakalan Bertambah Lagi.” Katanya Melalui Keterangan Tertulis dikutip dari VIVA News, Sambil mengirimkan Bukti Pembayaran Rumah Sakit yang mencapai Total Rp: 502.437.515.-

Meski Presiden JOKOWI Sudah Menetapkan Pandemi Virus Corona Sebagai BENCANA Nasional, yang Artinya Pemerintah Akan Membiayai Seluruh Pasien Covid-19 yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Maupun Rawat Jalan. Namun Biaya Tersebut TETAPlah Harus dibayarkan ke Pihak Rumah Sakit.

Keluarga Pasien yang Enggan disebutkan Namanya ini Menjelaskan Mengapa dia TIDAK Mendapatkan PELAYANAN GRATIS dari Pemerintah Seperti Pasien-Pasien Lainnya. Salah Satu ALASANnya Karena Dia Dirawat di Rumah Sakit SWASTA dan Sejak AWAL dinyatakan POSITIF Covid-19, Orang Tuanya Tidak Mendapatkan Rujukan ke Rumah Sakit Pemerintah.

Untuk yang Tanya : Kenapa gak GRATIS ?

** Jawabannya: Ini di RS Swasta Oom, Cari Rujukan ke RS Negeri Juga gak Gampang. Sampai Sekarang dari Awal Masuk kita gak Dapat Rujukan ke RS Pemerintah,” ujarnya !

Maka dari itu, Keluarga Pasien ini Meminta Kepada Masyarakat Agar MenTa'ati ATURAN Pemerintah Terkait Covid-19, Sebab Jika Tidak diTanggung Pemerintah, Biayanya Akan Sangat Mahal. Jika diTanggung Pemerintah pun Jumlah Tersebut Sangat Besar, MENDING Lebih Baik Mencegahnya daripada Mengobati/ TerPAPAR !

“Kalaupun Bukan kita yang Tanggung, Negara yang Bakal Tanggung, Anak-Anak Kita yang Bakal MenCICIL Untuk ke depannya,” ujarnya !

Berdasarkan Penjelasan yang didapatnya, Covid-19 Cukup Membahayakan.

“Sekali Kena VIRUS Covid、 Paru-Paru Kita gak Bakal PULIH Seperti Semula. Ibarat Keloid, Cacat Seumur Hidup; dua Bulan Tinggal di Rumah gak Bakal Bikin Kita Mati BOSAN,” Ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemkeu) Telah Membuat Aturan Satuan Biaya Penggantian untuk Biaya Perawatan Pasien Covid-19. Satuan BIAYA Tersebut Tertuang Dalam Lampiran Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK.02/2020 Tertanggal 06 April 2020.

Surat Menteri Keuangan itulah yang Menjadi Patokan Pihak Rumah Sakit Untuk Mengajukan Klaim ke Kementerian Kesehatan. Setelah diklaim, Pemerintah Akan Mengganti BIAYA Perawatan Pasien Covid-19 di Berbagai Rumah Sakit Tersebut.
Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Tanpa KOMPLIKASI 

Di Ruang ICU dengan VENTILATOR : Rp 15,5 Juta per Hari,

Di Ruang ICU Tanpa VENTILATOR : Rp 12 Juta per Hari,

Di Ruang ISOLASI Tekanan Negatif dengan Ventilator : Rp 10,5 juta per Hari,

Di Ruang isolasi Tekanan Negatif Tanpa VENTILATOR : Rp 7,5 juta per Hari,

Di Ruang Isolasi Non Tekanan Negatif dengan Ventilator : Rp 10,5 juta per Hari,

Di Ruang Isolasi Non Tekanan Negatif Tanpa Ventilator : Rp 7,5 Juta per Hari.


Golongan Pasien Lain adalah yang Memiliki Komplikasi Atau Penyakit Lain Sebelumnya,

MISALnya Hipertensi, Ginjal, Jantung, dan Penyakit Lainnya. Tentu Saja dibutuhkan Biaya Lebih BESAR Untuk PASIEN Seperti ini !

Biaya Perawatan Pasien Covid-19 dengan Komplikasi :

Di Ruang ICU dengan Ventilator : Rp 16,5 Juta per Hari,

Di Ruang ICU Tanpa Ventilator : Rp 12,5 Juta per Hari,

Di Ruang Isolasi Tekanan Negatif dengan Ventilator : Rp 14,5 Juta,

Di Ruang Isolasi Tekanan Negatif Tanpa Ventilator : Rp 9,5 juta per Hari,

Di Ruang Isolasi Non Tekanan Negatif dengan Ventilator : Rp 14,5 Juta per Hari,

Di Ruang Isolasi Non Tekanan Negatif Tanpa Ventilator : Rp 9,5 Juta per Hari.

Bayangkan Jika Pasien Minimal Harus diRawat Selama Minimal 14 Hari, Artinya Satu Pasien Membutuhkan BIAYA Minimal : Rp 105 Juta ( Biaya Terendah ) ~ Hingga Rp 231 Juta.

Duh Tinggi Banget 'kan Biaya yang Harus dikeluarkan Negara, dan Tentu Saja Keluarga Juga Harus Keluar Dana Ekstra.

Belum lagi jika pasien Meninggal Dunia, Maka Pemerintah juga akan menanggung Biaya Pemakaman sampai selesai, yang totalnya mencapai Rp: 3,36 juta.

Rincian biayanya terdiri dari :

Pemulasaraan Jenazah : Rp 550.000,-

Kantong Jenazah : Rp 100.000,-

Peti Jenazah : Rp 1.750.000,-

Plastik erat : Rp 260.000,-

Desinfektan JENAZAH : Rp 100.000,-

Transport Mobil Jenazah : Rp 500.000,- dan

desinfektan mobil jenazah Rp 100.000,-

Totalnya, tiap jenazah Covid-19 membutuhkan biaya pemakaman Rp 3,36 juta.
Jadi Mari kita bersama-sama mencegah penularan penyakit Covid-19 ini agar tidak makin meluas.

Bersyukur sehat, tetap dirumah ,terus berdoa... slamat berpuasa bagi yg menjalani....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Promo Perumahan Eksklusif Taman Firdaus

Ucapan Terima Kasih dan Serba Serbi Idul Kurban

Keutamaan membaca shalawat