Qurban 21 Ekor Kambing Jama'ah Al-Muhajirin Terdistribusi Tuntas kepada para Mustahik

Hewan Qurban Kambing Jama'ah Al-Muhajirin
RW-10 Antapani Kidul Mencapai 21 ekor.
Mengalami penurunan dibanding tahun lalu

Umat Islam, dalam melaksanakan qurban Idul Adha, diberikan pilihan di antara tiga jenis hewan qurban, yaitu Unta, Sapi, dan Kambing.

Di antara ketentuan yang berlaku dalam jenis binatang qurban tersebut adalah, satu ekor Unta dan Sapi boleh digunakan secara kolektif untuk qurban tujuh orang. Sementara satu ekor Kambing hanya dapat dipakai untuk qurban satu orang. Di Indonesia, yang lazim dibuat qurban adalah Sapi dan Kambing.

Bagi orang yang memiliki finansial berlebih, berqurban dengan satu ekor Sapi tentu lebih baik dari satu ekor Kambing. Namun, bagi yang dananya terbatas, satu ekor Sapi merupakan hal yang sepertinya sulit dicapai. Pilihan yang paling terjangkau adalah membeli satu ekor Kambing. Bisa saja tetap berqurban Sapi tapi harus mengajak orang lain untuk patungan hingga tercapai jumlah 7 orang.

Dalam titik ini munculah sebuah pertanyaan, manakah yang lebih utama, antara berqurban Sapi secara kolektif atau berkurban Kambing secara pribadi?

Ulama menegaskan, urutan keutamaan binatang yang diqurbankan adalah 1. Unta, 2. Sapi, 3. Kambing Domba, 4. Kambing Kacang, 5. Unta kolektif, dan terakhir 6. Sapi kolektif. 
(Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi, juz 6, hal. 615, Dar al-Minhaj)

Tolok ukur urutan afdhaliyyah ini pertama dititikberatkan kepada sisi kuantitas daging. Karenanya Unta lebih utama dari Sapi, Sapi lebih utama dari Domba, sebab lebih banyak daging yang diqurbankan. Pertimbangan kedua mengacu kepada sisi kualitas daging.  Misalnya, kualitas Domba lebih utama dari pada Kambing Kacang.

Sedangkan pertimbangan ketiga, yang tidak kalah penting, adalah qurban yang dilakukan secara pribadi lebih baik daripada secara kolektif, bahkan aspek ini yang paling dititikberatkan dari dua aspek di atas (kuantitas dan kualitas).

Oleh sebab itu, berqurban dengan satu ekor Kambing secara pribadi lebih baik daripada Qurban Unta atau Sapi secara kolektif, meski secara kuantitas dagingnya masih di bawah Unta dan Sapi. Mengapa? Karena pahala dan keberkahan tetesan darah hewan qurban didapatkan secara pribadi, tidak dibagi bersama mudhohi yang lain.

Qurban Kambing Jama'ah DKM Al-Muhajirin

Lantas bagaimana dengan animo qurban Kambing di lingkungan Jama'ah Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul? Menurut Koordinator Bidang Pengelolaan Hewan Qurban Kambing, H. Sopro Sopy, bahwa memang tahun ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya yang berqurban Kambing tidak kurang dari 30 ekor, namun pada Idul Qurban tahun 1442 H kali ini hanya terdaftar 21 ekor kambing saja.

Siapa yang bertindak sebagai jagal? Menurut Sopro, sepenuhnya ditangani oleh Panitia yang sudah profesional, diantaranya ada  Ust. Qosim, Ust. Heykal, dan seorang penjagal senior H. Tisna Karhiwikarta yang bertindak sebagai pengarah sekaligus memberikan pelatihan tatacara penyembelihan hewan qurban sesuai syar'i. Terutama diberikan kepada generasi muda, seperti rekan Willie dan rekan Rudi dalam rangka regenerasi.
 
Sementara untuk melakukan penyisitan dan pencacagan sepenuhnya diserahkan kepada Tim Jagal. Sedangkan untuk penimbangan dan pembungkusan ditangani Ibu-Ibu Warga RW-10, antara lain Bu Lilis Sholehudin, Bu Tati Rusdi, Bu Ella, dll.

Seluruh bagian kambing sepertiganya diambil Mudhohi dan sisanya telah terdistribusikan secara tuntas kepada Mustahik melalui Bidang Distribusi, mulai dari daging, tulang, dan kepala, kecuali bagian kaki dan jeroannya. "Alhamdulillah semuanya dapat berjalan dengan baik, lancar, tanpa kendala berarti," ucap Sopro.

Berikut suasana penyembelihan Hewan Qurban Kambing yang berlangsung di Lapangan Depan Masjid Almuhajirin.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Promo Perumahan Eksklusif Taman Firdaus

Ucapan Terima Kasih dan Serba Serbi Idul Kurban

Kegiatan Idul Qurban 1442H di Masjid Al-Muhajirin Ditinjau Camat Antapani