Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

DKM Al-Muhajirin Peduli Rohingya

Gambar
Tragedi kemanusiaan terus berlangsung di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Pembantaian terhadap warga muslim Rohingya belum juga dihentikan pihak militer negeri itu. Dunia internasional harus terus menekan Myanmar agar segera menghentikan praktik biadab tersebut. Indonesia juga harus terus memainkan peran utama dalam menghentikan tragedi Rohingya karena hal itu merupakan tragedi kemanusiaan, tragedi kita. Dengan segala daya dan upaya itu kita berharap agar tragedi kemanusiaan atas warga Rohingya berakhir. DKM Al-Muhajirin turut bersimpati dengan menyalurkan bantuan atas tragedi kemanusiaan yg terjadi di Myanmar itu. Bantuan kepada korban kebiadaban Pemerintah Myanmar tersebut telah diberikan oleh perwakilan jamaah Masjid Al-Muhajirin, Rusyana kepada Ustadz Wawan Kurniawan dari Wahdah Islamiah Kota BANDUNG untuk selanjutnya disalurkan kepada pihak yg terlibat langsung dalam pemberian bantuan kepada korban. Walaupun nominalnya tidak terlalu besar, tapi setidaknya telah menunjukkan ti

Suasana Penyembelihan dan Pendistribusian Hewan Qurban

Gambar

DKM Al-Muhajirin Sembelih 47 ekor hewan qurban

Gambar
DKM Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, dalam merayakan Idul Qurban 1438H, menyembelih 47 ekor hewan qurban, terdiri 18 ekor Sapi dan 28 ekor Domba dan 1 ekor Kambing. Pelaksanaan qurban telah berjalan dengan sangat lancar tanpa mengalami kendala berarti. Mulai dari pemilihan dan pembelian hewan, pemotongan, pengemasan, sampai pada  pendistribusiannya. Ketua DKM Al-Muhajirin, Sigit Tjiptono, menyampaikan  perasaan bangganya kepada seluruh Panitia dan pihak2 terkait yang turut melaksanakan penyembelihan hewan qurban. "Terima kasih atas kontribusinya yang maksimal. Yakinlah, masih banyak yang puas dibanding yang tidak puas. Jika ada yg  komplain, tentu akan kita terima dengan penuh lapang dada," demikian penyampaian Ketua DKM kepada seluruh panitia dan pihak2 terkait lainnya. Namun demikian, kata Sigit, jika ada komplain maka kita ambil substansi komplainnya saja untuk dijadikan evaluasi dan perbaikan di masa datang. Apapun kondisinya, secara pribadi dan organisasi, saya m