Pingpong Silaturahmi: "Tim Nurul Iman RW-09 Libas Tim Al-Muhajirin RW-10 dengan 6 : 2"

Sebelum bertanding kedua tim berfoto bersama

Pertandingan Pembuka Eksekutif Kehormatan

Sambutan Ketua RW-10, Kang H. Dede Amar

Sambutan Ketua DKM Al-Muhajirin, Kang H. Sigit

Tim Nurul Iman RW-09 berhasil melibas Tim Al-Muhajirin RW-10 dengan score 6 - 3. Sementara dalam Partai Single (Partai Tambahan), Tim Nurul Iman RW-09 juga unggul dengan score 5 - 2. Pertandingan dalam sembilan partai double dan tujuh partai single tambahan itu membuat Tim Al-Muhajirin harus mengakui keunggulan dan kualitas permainan yang ditunjukkan tim Nurul Iman RW-09.

Hal itu merupakan hasil pertandingan Tenis Meja Silaturahmi antara Tim Nurul Iman RW-09 dengan Tim Al-Muhajirin RW-10, yang digelar di Pelataran Depan Masjid Al-Muhajirin RW-10 Antapani Kidul, Sabtu Pagi (26/02/22).

Menanggapi kekalahan itu, Ketua RW-10, Kang H. Dede Amar (Kang Dammar), menyatakan bahwa wajar saja apabila Tim kami dapat dikalahkan. Selain jarang latihan, juga kami memang belum terbiasa menghadapi event seperti ini. "Jadi kami ini baru pertama kalinya melaksanakan pertandingan seperti ini. Jangankan bertanding dengan tim luar, di internal RW-10 pun belum pernah diselenggarakan pertandingan pingpong," kata Kang Dammar.

Menurut Kang Muryono, kekalahan tim kita sebenarnya hanyalah faktor mentalitas saja, mentalnya masih cemen, karena belum terbiasa menghadapi pertandingan yang ditonton banyak orang.

Menurut Kang Dwi, kita ini kan cuma pemain panggilan, kalau mau ada latihan harus digeprak-geprak dulu, baru pada muncul, itupun hanya satu dua orang yang datang, jadi gimana mau bagus.

Kang Isa Subarsa turut mengomentari bahwa pemain dari Tim RW-10 itu memang kararedul latihan. Kalau diajak main terlalu banyak alasan. Ada yang beralasan lagi masuk angin, ngasuh incu, nyeri cangkeng, jangar tangkurak, bahkan ada juga yang beralasan katanya lagi rorombeheun. "Hadeuh...," tandas kang Isa yang dibenarkan dengan acungan jempol oleh Kang Bubun dan Kang Yopie.

Kang Nana Suryana sendiri dalam kapasitas sebagai manajer pingpong Al-Muhajirin, memang sudah puyeng ngurus kaum aki-aki RW-10 untuk berlatih pingpong ini. "Selain lalegeg teh, rada garumasep, padahal sudah disiapkan segala sesuatunya, mulai dari bola pingpong, bet dan segalon air minum plus secangkir kopi, tapi tetap saja pada ogah melangkah. 

"Tapi tak mengapa, ini merupakan pembelajaran dan pelajaran bagi tim kita, terutama untuk menghadapi event serupa ke depan, in syaa Allah ke depan kita akan berlatih lebih giat dan disiplin, apalagi seperti yang disampaikan Ketua LPM Ankid, Kang H. Anang, bahwa akan diselenggarakan Tournament Tenis Meja antar RW se-Kelurahan Antapani Kidul," tandas Kang Nana.

Ustadz Abu Yahya Purwanto, turut memberikan komentar atas kekalahan Tim Al-Muhajirin RW-10 ini. Menurutnya, wajar saja Tim Al-Muhajirin RW-10 kalah, mereka itu (Tim Nurul Iman RW-09) berlatihnya itu hamir setiap hari. Apalagi dengan menggunakan seragam tim, setidaknya secara psikologis dapat menumbuhkan semangat berkompetisi. "Tim Al-Muhajirin RW-10 kapan mau pakai seragam tim tenis meja?" tanya Ust. Abu Yahya dihadapan Ketua DKM Al-Muhajirin yang ditanggapi oleh Kang Sigit cukup dengan senyam-senyum saja.

Bukan Soal Kalah-Menang yang Penting Silaturahmi

Ketua DKM Al-Muhajirin, Kang H. Sigit Tjiptono, menyampaikan rasa bahagianya atas terjalinnya silaturahmi seperti ini. Semoga ini merupakan awal yang baik untuk menjalin silaturahmi lebih erat lagi antara jama'ah Al-Muhajirin dan Jama'ah Nurul Iman. "Kami akan sangat senang sekali apabila jama'ah Nurul Iman dapat turut menghadiri taklim yang kami laksanakan, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu ba'da Shalat Subuh. "In syaa Allah kajian-kajiannya menarik dan sangat bagus untuk menambah wawasan keagamaan kita," tandas Kang Sigit.

Sementara itu Ketua RW-09 Kang H. Dwi Budianto dan Ketua DKM Nurul Iman, Kang H. Wahid, sepakat bahwa silaturahmi melalui kegiatan non-formal seperti event tenis meja ini memang positif dan sangat bermanfaat, sehingga perlu terus digalang secara berkesinambungan. Terlebih antara RW-09 dan RW-10 merupakan tetangga terdekat dan jamaahnya pun telah cenderung menyatu. Oleh karena itu, pihaknya berkehendak akan ada undangan balasan yang diselenggarakan di RW-09.

Ketua LPM Ankid, Kang H. Anang Suhara, selain mewanti-wanti bahwa ke depan akan diselenggarakan event, antara lain Pertandingan Tenis Meja antara RW se-Antapani Kidul. Juga terkait dengan Rencana Pencalonan Kang Dede Amar sebagai Ketua atau Anggota DPD-RI, tentunya ini merupakan kesempatan bagus bagi kita untuk turut mendukungnya. "Kalau beliau terpilih, maka tentunya akan sangat bermanfaat untuk berbagai aktivitas pengembangan dan pembangunan kewilayahan kita," harap Kang Anang.

Hasil Pertandingan

Gelaran Tenis Meja Silaturahmi diawali dengan pertandingan Eksekutif Kehormatan, antara Pasangan Ketua RW-10 Kang Dammar dan Ketua DKM "Al-Muhajirin" Kang Sigit melawan Pasangan Ketua RW-09 Kang Budi dan Ketua DKM "Nurul Iman" Kang Wahid.

Pertandingan yang berlangsung seru dan ketat ini, memang harus mengakui keunggulan tim tamu. Permainan cantik yang ditunjukkan pasangan Nurul Iman RW-09, mampu merobohkan ambisi pasangan Al-Muhajirin RW-10 dan harus menerima kekalahan dengan score telak 3 - 0.

Sementara hasil pertandingan sembilan partai double antara tim DKM Al-Muhajirin RW-10 melawan tim Nurul Iman RW-09, dengan hasil sebagai berikut:

1. Kang Abidin/Kang Ali VS Kang Budi /Kang Dodi (1-2)
2. Kang Deden/Kang Irsan VS Kang Syarif/Kang Deden (3-0)
3. Kang Nana/Kang Bubun VS Kang Asep/Kang Nana (3-0)
4. Kang Rusdi/Kang Dwi R VS Kang Yoga /Kang Kurnia (0-3)
5. Kang Gerry/Kang Anas VS Kang Anang /Kang Cecep (1-2)
6. Kang Bayu/Kang Mukhlis VS Kang Rudi /Kang Zaenal (0-3)
7. Kang Isa/Kang Yopie VS Kang Dengki/Kang Basari (1-2)
8. Kang Randi/Kang Iskandar VS Kang Wahid/Kang Syarif (0-3)
9. Kang Nana/Kang Bubun VS Kang Dwi Budi/Kang Cecep (2-0).

Sementara untuk tujuh partai tambahan kategori Single, Tim RW-09 juga memenangkan pertandingan dengan score 5 - 2.

Suguhan Special Action Ust. Abu Yahya

Menjelang akhir acara seluruh atlit tenis meja masih disuguhkan satu tontonan menarik aksi spesial dari Kang Ust. Abu Yahya Purwanto yang bertanding melawan Pasangan Kang Doddy CS.

Yang menarik Kang Ust. Abu Yahya memegang dua bet 
langsung  yang tergenggam erat di tangan kanan dan kirinya. Pertandingan yang berlangsung dalam 5 set itu, diluar dugaan  ternyata dapat dimenangkan oleh Kang Ust. Abu Yahya. Padahal dalam setiap set-nya kepada lawan telah diberikan angka permulaan (pur) sebanyak 5 point. Bahkan Ust. Abu Yahya menjanjinkan akan memberikan bonus berupa uang jika berhasil mengalahkannya.

Namun dengan kepiawaian bermain pingpong dengan menggunakan dua bet, pasangan lawan bagai tak berkutik ketika diberikan bola-bola polos melambung dengan distorsi pantulan. Akhirnya pasangan Kang Doddy CS harus mengakui kehebatan Ust. Abu Yahya dalam beraksi menggunkan dua bet.

Cag, ah, dugi kadieu heula...Hatur nuhun...Semoga bermanfaat...(///nana/www.kisunda-10.com//doc:deden).












Kang Nana Suryana (MC)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Promo Perumahan Eksklusif Taman Firdaus

Ucapan Terima Kasih dan Serba Serbi Idul Kurban

Keutamaan membaca shalawat